Selasa, 03 Januari 2017

ANGKLUNG YANG MENDUNIA



Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.
            Salah satu tokoh seniman yang melestarikan angklung adalah Udjo Ngalangena atau juga dikenal dengan Mang Udjo yang berasal dari Jawa Barat. Udjo Ngalagena mendirikan sebuah saung angklung yang diberi nama “Saung Angklung Udjo” pada tahun 1996.
Pada waktu itu, tutur Sam Udjo, kata-kata sang ayah terdengar amat mustahil. Mana mungkin angklung akan mendunia, sedang di kampung mereka para generasi muda sudah mulai silau dengan gemerlap budaya Barat. Perjalanannya tidak mudah. Sam menceritakan, kalau bapak ketika itu tidak semangat, maka tidak mungkin musik angklung bisa bangkit.
Ayahnya tetap konsisten menjaga seni musik tradisional tersebut. Rugi materi sudah menjadi hal biasa, apalagi angklung terbilang mudah rusak. Mereka mengamen dari satu acara ke acara lain untuk memperkenalkan musik khas Sunda tersebut.
            Semua mulai berubah ketika seorang turis asal Belanda tertarik menonton penampilan mereka. Sejak itu, angklung mulai dilirik. Kini, Saung Angklung Udjo telah mewujudkan mimpi untuk membawa angklung mendunia. Mereka pernah mementaskan pertunjukan angklung di berbagai kota di Eropa, Amerika dan Asia.
            Menurut Sam Udjo, warisan budaya daerah di Indonesia sebenarnya menarik dan penuh potensi. Namun, kurang dipromosikan. Ia pun melontarkan semacam peringatan pada generasi muda. Banyak budaya anak bangsa lebih diapresiasi di luar negeri dibanding dalam negeri. Sam Udjo menceritakan, kini ia telah diminta untuk mengajarkan angklung kepada guru-guru TK dan SD di Malaysia.
            Dia memprediksi, enam tahun ke depan, negara tersebut lebih maju dari Indonesia. Mereka dapat unggul dalam budaya lokal karena berkembangnya tradisi kesenian. Oleh sebab itu, generasi muda harus menjaga warisan budaya bangsa sebelum tergagap-gagap ketika budayanya telah diakui negara lain. 





-          Maisy Albi -








KESENIAN WAYANG KULIT YANG MULAI DI LUPAKAN

                Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak sekali bahasa dan suku-suku yang beragam. Sehingga, Indonesia kaya akan kesenian dan budayanya. Salah satunya adalah wayang kulit.


Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata “MaHyang” yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna “bayangan”, hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balikkelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.
Wayang kulit merupakan kesenian tradisional yang paling tua yang dimainkan oleh seorang dalang. Kesenian wayang kulit kini mulai dilupakan oleh generasi sekarang karena pengaruh budaya barat akibat adanya globalisasi. Remaja zaman sekarang seakan-akan malu mengakui dan melestarikan kesenian dan budayanya sendiri. Mereka lebih senang mempelajari budaya barat. Dan menganggap bahwa budaya Indonesia adalah budaya yang ketinggalan zaman dan kuno.
Wayang kulit sekarang ini telah mendunia. Bahkan orang-orang asing lebih menghargai kesenian dari Indonesia ini. Mereka berlomba-lomba untuk belajar tentang kesenian Indonesia.   
Di Indonesia, pertunjukkan wayang kulit jarang sekali kita temui. Justru, pertunjukan wayang kulit sering sekali digelar di luar negeri. Saking seringnya pertunjukkan wayang ini di luar negeri, khususnya Malaysia, sampai-sampai Malaysia mengklaim bahwa wayang kulit adalah budaya Malaysia. Untung saja, pada tanggal 27 November 2003 UNESCO mengakui wayang kulit sebagai warisan kebudayaan Indonesia.
Sebelum semua kesenian dan kebudayaan di Indonesia terkikis dan habis karena di klaim oleh bangsa lain. Cara yang paling utama berasal dari diri kita masing-masing yaitu dengan mengenali dan menghargai kesenian dan budaya kita sendiri dengan sepenuh hati. Maka dari itu, mulailah dari sekarang sama-sama kita melestarikan dan memperjuangkan kesenian dan budaya Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi!

-          Maisy Albi -

Daftar Pustaka


Rendahnya Minat Baca Berpengaruh Terhadap Kualitas Bangsa

            Sering kita bertanya dalam hati, mengapa negara kita susah bersaing dengan negara-negara lain, apa ada yang salah dalam system perikehidupan rakyat kita. Seberapakah strata pendidikan, kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi yang sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental putra-putri Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari para kaum cerdik pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai membenahi bangsa kita. Ternyata para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak MEMBACA. Sebab dengan membaca dapat membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.
Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata meraka lebih unggul di sumber daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini perlu kita tiru dan kita terapakan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini.
Perdaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan di dapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi peradabannya.
Budaya suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi, faktor kebudayaan dan peradaban dipengaruhi oleh membaca yang dihasilkan dari temuan-temuan para kaum cerdik pandai yang terekam dalam tulisan yang menjadikan warisan literasi informasi yang sangat berguna bagi proses kehidupan social yang dinamis.
Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuh kan  minat baca sejak dini.
Bila sebelumnya membaca identik dengan buku atau media cetak saja, maka di zaman sekarang yang sudah serba digital, membaca tidak lagi terpaku pada membaca kertas karna segala informasi terkini teleh tersedia di dunia maya/ internet dan media elektronik lainnya.
Dengan semakin mudahnya media untuk mendapatkan informasi bacaan maka sudah seharusnya kita tingkatkan minat baca kita. Di bawah ini langkah awal untuk meningkatkan minat baca kita :

1. Bangunlah Motivasi Minat Membaca
Meningkatkan minat baca harus dimulai dengan motivasi diri dalam membaca. Bagi saya pribadi pandangan selintas di atas sudah cukup untuk memicu akan pentingnya membaca bagi masyarakat, sebab itu adalah sebuah keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi terbuka terhadap hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya.

2. Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita sukai.
Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca adalah image buku dan bacaan yang sebenarnya ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal banyak sekali jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya dengan membaca cerita fiksi seperti cerpen dan novel, berlanjut ke buku-buku praktis (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, hingga sekarang saya sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti: sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.

3. Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman untuk Membaca.
Bila anggapan penting membaca itu sudah melekat, maka tidak semuanya yang baca berhasil memindahkan semua informasi yang didapat dari bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan momentum waktunya yang kurang tepat.  Atau seringkali malas baca disebabkan waktunya kurang tepat. Beragam orang yang punya momentum baca yang tepat: ada yang suka membaca saat jam pelajaran kosong saat sekolah, atau lagi istirahat di sekolah, ada juga yang nyaman membacanya membaca saat perjalanan, beberapa saat sebelum tidur, dan saat di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu yang biasa kita habiskan untuk bengong dan menunggu dengan membaca!

4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melakukan sesuatu.

5. Minta Seseorang Merekomendasikan Buku
Ini juga salah satu cari yang efektif nih untuk lebih ‘memaksa’ diri ini untuk segera mulai membaca. Karena buku yang direkomendasikan biasanya punya nilai lebih yang akan membuat kita lebih semangat membacanya. Tanyakanlah pada teman, “Eh, punya buku bagus gak? Minjem dong?”

6. Membacalah Seperlunya Saja
Selagi masih belajar membacalah seperlunya saja. Tak usah berlebihan. Keperluan orang itu tergantung dari hasratnya masing-masing untuk memperoleh informasi. Makin perlu anda terhadap informasi, maka sudah pasti kuantitas dan kualitas membaca anda pun pasti akan makin banyak dan baik.
Dengan sering membaca, ta kita sadari akan mengalir pengetahuan walaupun sedikit lama kelamaan akan menjadi bukit, dampaknya akan kita rasakan menuntun kita menguasai dunia dengan ilmu pengetahuan yang berguna.
----------

DAFTAR PUSTAKA

http://edukasi.kompas.com/read/2016/08/29/07175131/minat.baca.indonesia.ada.di.urutan.ke-60.dunia 
http://www.kompasiana.com/rezawahya/rendahnya-budaya-membaca-di-indonesia_576f3a5bb67a6101066e1558
*****

-Trisnawati Sovitia Putri-

Perayaan Malam Tahun Baru di Titik Nol Kilometer Kota Jogja

Perayaan malam tahun baru di Titik Nol Kilometer Kota Jogja sudah membudaya di kalangan masyarakat Yogyakarta. Pasalnya, perayaan ini sudah menjadi acara tahunan yang dilaksanakan setiap malam menjelang tahun baru. Puncak perayaan ini adalah saat kembang api dinyalakan tepat pada pukul 12 malam yang berarti pergantian tahun telah dimulai.
Raihan Akbar, seorang mahasiswa dari salah satu universitas di Yogyakarta yang berasal dari Balikpapan mengaku harus melewati kemacetan di sekitar Tugu, Malioboro dan Alun – alun karena ada beberapa jalan yang ditutup dan dialihkan demi merayakan malam tahun baru dengan menyaksikan pesta kembang api di Titik Nol Kilometer Kota Jogja.
Suasana di Titik Nol Kilometer Kota Jogja sudah ramai dipadati pengunjung sejak sabtu sore (31/12/16). Selain pesta kembang api, ada festival musik pula yang disuguhkan pada acara malam tahun baru. Keramaian masih terjadi hingga pukul 2 dini hari (01/01/17).
*****

-Trisnawati Sovitia Putri-

Makanan Khas Balikpapan



di era moderen zaman sekarang generasi muda kebanyakan menyukai makanan cepat saji (junk food) ataupun makanan yang berasal dari luar negeri seperti spagheti,pizza,sushi, dan lain-lain. Padahal makanan khas daerah Indonesia tidak kalah enak dengan makanan luar negeri. Di sini saya akan membahas makanan khas yang berasal dari kota asal saya yaitu Kota Balikpapan, Kaltim.
1.    Bingka Kentang

resep-bingka-kentang.jpg
Gambar 1.1

Makanan khas Balikpapan yang berjenis kue adalah Bingka. kue tradisional Balikpapan ini berbahan dasar kentang. Selain kentang, bahan lain untuk membuat bingka seperti gula, santan, susu, telor dan mentega.Rasanya manis tapi gurih dan lezat tentunya. Namun kue ini tidak bisa bertahan lama, dan harus segera disantap karena kue ini tanpa bahan bahan pengawet. Aneka rasa bingka yang disediakan seperti bingka rasa keju, gula merah, pisang dan labu merah. Bingka Kentang juga bisa sebagai salah satu oleh oleh khas Balikpapan untuk keluarga di rumah. untuk Bingka Kentang yang cukup terkenal dan terenak di Balikpapan ada di Bingka Kentang Stal kuda Balikpapan kurang lebih 150 meter dari rumah saya.

2.    Amplang


amplang-kuku-macan.png
Gambar 1.2

Amplang juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh makanan khas Balikpapan untuk dibawa pulang. Amplang yang berasal dari kota Balikpapan dibuat dengan bahan utama daging ikan pipih. Selain itu, saat ini juga banyak amplang yang diproduksi dengan memakai bahan dasar utama berupa daging ikan tengiri, kepiting, cumi, dan juga rumput laut. Bentuknya yang seperti kerupuk, membuat amplang pun jadi pilihan jajanan yang enak untuk disantap bersama makanan berat lainnya. Bisa dimakan di tengah perjalanan atau bisa juga dibawa pulang sebagai cemilan.

3.    Bakpia Balikpapan

Bakpia-Balikpapan.jpg
Gambar 1.3

Bukan cuman di Jogja yang ada Bakpianya. Bakpia dari kota Balikpapan tidak kalah lezatnya jika dibandingkan dengan bakpia patok yang ada di Yogyakarta. Bentuk bakpia yang ada di kota Balikpapan sedikit berbeda dengan bakpia dari Yogyakarta. Bakpia di kota ini memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dan rasa yang cukup berbeda dengan bakpia pathok. Tak hanya itu, bakpia khas Balikpapan juga mempunyai varian mulai dari bakpia isi kacang hijau, cokelat ataupun keju.





4.    Abon kepiting

headline.jpg
Gambar 1.4

Jika abon biasanya terbuat dari sapi atau ayam, khusus yang satu ini terbuat dari daging kepiting. Rasanya gurih dan nikmat dimakan cukup bersama nasi putih hangat. Abon ini terbuat dari kepiting bakau dan kaya akan protein

5.    Mantau
       Mantau Sapi Lada Hitam Oleholeh khas Balikpapan 1.JPG
Gambar 1.5
Mantau menjadi makanan khas Balikpapan selanjutnya. Meskipun bukan makanan asli dari Balikpapan, aslinya adalah dari negeri China. Namun mantau telah bertahun-tahun menjadi kuliner khas Balikpapan yang cukup terkenal. Mantau cocok untuk dijadikan oleh oleh khas Balikpapan, selain karena rasanya nikmat, pengemasannya juga sangat mudah dan praktis. Kekurangannya kalau jadi oleh oleh mungkin karena mantau tidak bisa tahan hingga berminggu-minggu karena tanpa bahan pengawet sehingga hanya bisa bertahan 2 hari saja. Apabila ingin lebih awet lagi, bisa disimpan di freezer sehingga bisa awet sampai satu bulanan. Mantau favorit saya adalah mantau isi sapi lada hitam. Mantau langganan saya adalah pondok mantau di Jl. Jend. A Yani No.28 RT.49 Balikpapan.



6.    Kepiting Saos

dandito.jpg
Gambar 1.6

Dan yang terakhir dan yang paling lezat menurut saya adalah kepiting. Yaps, Balikpapan terkenal dengan olahan kepiting yang cukup enak. Biasanya kepiting diolah dan dimasak dengan saus. Kepiting yang disajikan pun banyak yang terdapat telur. salah satu yang terkenal dari makanan khas Balikpapan adalah Kepiting Dandito dan Kepiting Kenari. Kedunya merupakan sebuat tempat makan di Balikpapan yang cukup terkenal dan kami rekomendasikan untuk kalian yang sedang hunting tempat makan enak di Balikpapan. Rekomendasi jika berlibur ke Balikpapan.

-Dimas Adhi Satriya-

Daftar pustaka